1 Jam Ekstra akan membawa anda ke manapun anda mau.

(Oleh: Dabuan Bodil)

Omong Kosong!

 

1 Jam Ekstra dapat membawa kita kemanapun kita mau?!

 

 

Berlebihan bos, mending bilang kerja keras sekalipun kadang tidak membawa kita kemana mana.

 

 

Tidak ada yang salah dengan 2 kalimat di atas.

 

 

Namun ada hal yang membedakan hasil yang akan anda capai dengan menerapkannya.

 

Sudut pandang. Persepsi. Pemikiran dan keinginan akan membuatnya berbeda.

 

Benar bahwa kerja keras tidak akan membawa kita kemana mana, jika kita melakukannya tanpa passion, tanpa keinginan yang kuat dan bayangan keberhasilan di masa depan.

 

 

1 Jam Ekstra, pun tidak akan membawa anda kemana mana, jika pada titik awal anda tidak menetapkan tujuan yang ingin anda capai. Itu menurut pendapat orang yang telah pernah melakukan suatu hal dengan 1 Jam Ekstra. 1 Jam Ekstra untuk melakukan hal yang kita ingin capai dengan menyediakan waktu sekitar 1 jam setiap hari. Jika ada yang telah berhasil melakukannya mengatakan bahwa mereka benar benar bisa mencapai yang mereka inginkan dengan menekuni satu hal, apapun itu, 1 jam setiap hari. Ada yang mencapainya selama 5 tahun.

 

 

Oo 5 tahun? Begitu mungkin anda bereaksi. Pantas aja, 5 tahun ya pasti bisalah. Memang mungkin. Tapi apakah anda berani meluangkan waktu ekstra anda selama 1 jam sehari secara kontinu. Mendengar kerja keras tersebut anda, atau mungkin sebagian dari anda sudah menyerah terlebih dahulu.

 

 

Tapi jika saja anda mau memulai, meluangkan 1 jam ekstra setiap hari, untuk melakukan apapun yang anda mau, apapun yang ingin anda capai, anda akan terkejut dengan hasil yang anda akan capai.

 

 

Ngomong doang! Penulis sudah pernah belum melakukan hal ekstra 1 jam setiap hari untuk mendapatkan apa yang dia inginkan? Teori! Semua juga bisa kalau cuma ngomong. Benar, semua juga bisa kalau cuma ngomong.

 

 

Tulisan ini saya buat, terinpirasi dari suatu tayangan di youtube, yang sebenarnya tidak saya saksikan, tapi saya dengar, karena saya melakukannya dengan menggunakan headset seraya olah raga berjalan pagi di sekitaran tempat tinggal saya.

 

 

Saya sendiri berkomitmen untuk olah raga ringan di pagi hari setiap hari, setelah sembuh dari sakit demam yang cukup menyiksa diri untuk beraktifitas. Demam bukanlah suatu penyakit kronis, tapi sangat mengganggu karena menyebabkan seluruh badan terasa pegal dan tidak nyaman. Bayangkan tidurpun tidak enak, panas, gerah, gelisah. Duduk terasa tidak kuat. Belum lagi harus tidak masuk kantor. Juga karena tidak bisa melakukan aktifitas yang biasa kita lakukan seperti biasanya. Hal yang membuat diri menjadi lebih tersiksa.

 

 

Dan tanpa saya sadari saya telah melakukan 1 jam ekstra setiap hari, untuk tujuan mencapai kesehatan secara fisik. Lalu saya merasa selama melakukan aktifitas tersebut, apa hal lain yang dapat memberi manfaat bagi diri saya? Kemudian saya mencoba membuka Youtube agar saya bisa mendapat manfaat lain dari kegiatan berolah raga jalan pagi. Dan saya mencoba mencari topik yang menurut saya akan bisa memberi manfaat bagi diri saya. Baru tahap awal, tapi saya ingin membuktikan apa yang saya dengar dari tayangan youtube, bahwa 1 Jam ekstra dapat membawa kita mencapai apapun yang kita mau.

 

Lalu saya ingat kejadian lain pada masa lalu, sekitar 3 tahun yang lalu, ketika hendak bangun kaki ini terasa kaku, sakit dan seakan tidak mampu untuk berdiri, bahkan untuk melangkahkan kakipun terasa sakit seakan tertusuk jarum. Setengah putus asa, karena saya berpikir, "gila baru berumur 40-an kok sudah sakit sakitan". Saya agak tertekan, terbayang akan suatu penyakit stroke. Ya ampun jika hal itu terjadi, apa gunanya hidup? Bukankah penyakit itu akan menghambat segala kegiatan fisik? Juga keinginan untuk berbuat sesuatu. Tergantung pada orang lain? Pikiran berkecamuk, dan tak ingin hal itu terjadi. Penulis kemudian mencoba mencari solusi di internet. Google memberi solusi. Pertanyaan yang muncul di pikiran terjawab ketika saya mencoba mencari bantuan dengan pencarian Google. Dan dari ciri-ciri rasa sakit yang saya alami, saya mengambil kesimpulan saya mengalami gejala penyakit Asam Urat.

 

 

Singkat cerita saya bertekad menjaga kesehatan dengan berolah raga pagi dan menjaga pola makan. Dan juga menjaga berat badan. Solusi tersebut saya dapat dari hasil "Googling" di internet.

 

 

Selama hampir 3 bulan saya melakukan diet ketat dengan makan kentang 3 kali sehari; pagi, siang dan sore. Nasi putih hanya sesekali. Susu menjadi pantangan buat saya, bahkan teh manis pun saya hindari. Keadaan yang sangat tidak menyenangkan. Bagaimana tidak jika pergi ke warung untuk bertemu teman dan ngobrol tanpa ditemani kopi atau teh manis, rasanya memang sangat tidak bersahabat. Banyak makanan yang akhirnya menjadi pantangan. Kacang-kacangan, Jeroan Daging, Udang, cumi-cumi, makanan makanan enak ini menjadi pantangan cukup membuat diri tersiksa. Di tambah lagi harus mengkonsumsi misalnya daun salam, seledri dan jahe-jahean untuk mengurangi rasa sakit dan proses kesembuhan gejala penyakit asam urat. Alhasil, gejala penyakit itu hilang setelah melakukan diet ketat dan olah raga selama 3 bulan.

 

 

Bukan proses yang mudah, tapi saya berhasil melewatinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *