Swift Code     ---    Post Office in Indonesia    ---    Pawnshop in Indonesia    ---    Indonesia Post Codes    ---    english.dabuanbodil.com    ---    Address in Indonesia

3 Hal Yang Dapat Kita Pelajari Dari Seorang Steve Job (Bagian I)

 

Anda kenal Steve Job?

 

Mungkin sebagian besar dari anda sudah tau siapa itu Steve Job. Tapi baiklah jika ada yang belum mengenal Steve Job, ada baiknya saya memberi tahu melalui hasil karyanya.

 

Steve Job adalah pendiri Apple.

 

Dan jika anda seorang pengguna Iphone tentu pasti mengenal pembuatnya, dan itu adalah Steve Job.

 

Jauh sebelum Iphone hadir, mungkin anda juga pernah mendengar atau bahkan menggunakan produk yang bernama Ipad. Itu juga adalah hasil karya seorang Steve Job.

 

Anda mengenal Walkman? Nah, kalau yang ini bukan hasil karya Steve Job! Adalah Sony sebagai pembuatnya.

 

Namun jika anda pernah menggunakan Walkman dan menikmatinya sambil lari pagi, atau lari-lari di sore hari, atau menemani anda menjelang tidur, anda akan heran bahwa Steve Job memikirkan hal yang lebih besar untuk kesenangan anda, dengan membuat alat yang berfungsi sama dengan Walkman, tetapi dengan ukuran yang lebih kecil, dan yang dapat menampung ribuan lagu. Steve Job menamakannya Ipod.

 

Dan, masih banyak "dan" yang lain, untuk menceritakan bagaimana dia selalu berusaha untuk membuat kita dapat menikmati hidup dengan lebih baik.

 

Dan yang berikutnya adalah bagaimana Steve Job mencoba membantu kita untuk tetap dapat menggunakan komputer, tidak hanya di rumah, tetapi juga dalam perjalanan, atau mungkin ketika bersantai di tepi pantai, atau dimana saja, melalui penemuannya yang bernama Ipad.

 

Berikutnya yang lain adalah bagaimana dia mencoba menggabungkan fungsi Ipod, Ipod Touch dan Ipad menjadi sebuah gadget yang bernama Iphone!

 

Tidak cukup sampai disitu. Steve Job juga menciptakan Apple Watch untuk memudahkan kita berkomunikasi.

 

Tapi tahu jugakah anda, bahwa bahkan sebelum itu Steve Job telah membuat Komputer  yang bernama Macintosh. Mungkin jarang anda dengar, karena kurang beredar di pasaran Indonesia. Anda lebih mengenal komputer yang menggunakan Windows sebagai Operating Systemnya. Dan satu hal yang mengejutkan, Steve Job mengatakan bahwa Windows hanyalah sebuah copy dari Macintosh.

 

Menarik untuk mengetahui seseorang yang memiliki prestasi, apalagi orang tersebut dapat merubah dunia melalui hasil karyanya. Bagaimana pemikirannya, sikapnya, passionnya, yang membuat dia berbeda dari orang lain.

 

Dalam sebuah pidato pada acara kelulusan di Universitas Stanford, Steve Job mengatakan ada 3 hal yang terjadi dan mendapat perhatian dalam kehidupannya.

 

 

Pertama: Menghubungkan Titik-titik

 

Drop out dari bangku kuliah menjadi salah satu peristiwa besar yang dialami oleh seorang Steve Job. Yang buat sebagian besar dari kita menginterpretasikannya sebagai sebuah ketidakmampuan dalam menghadapi perkuliahan.

 

Tapi tidak demikian halnya dengan Steve Job. Drop outnya Steve Job adalah pilihannya, dengan alasannya sendiri.

 

Menurut Steve Job, hal itu sudah merupakan suatu kejadian yang harus dijalaninya bahkan sebelum dia lahir.

 

Dia mengatakan, Orang tuanya memasukkannya dalam daftar adopsi bahkan sebelum dia lahir. Ibunya menginginkan Steve Job untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dan diasuh oleh orang yang berpendidikan. Orang tuanya tidak berpendidikan. Ibunya masih terlalu muda untuk melahirkan dan mungkin merasa tidak sanggup  untuk menyekolahkannya ke perguruan tinggi, karena ibunya pun tidak pernah mengenyam yang namanya bangku perkuliahan.

 

Sebelum Steve Job lahir bahkan ibunya sudah mendaftarkannya dalam daftar tunggu anak untuk diadopsi. Dan pada saat itu ada orang lain yang menginginkan seorang anak perempuan. Dan pada saat dia lahir Ibunya memberi tahu bahwa anak yang lahir itu adalah seorang laki-laki. Namun demikian, orang tersebut tetap mengadopsi Steve Job.

 

Kenyataannya adalah bahwa orang tua angkat Steve Job juga tidak menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Oleh karena itu Ibunya tidak bersedia memberikan Steve Job untuk diadopsi. Hanya karena janji sang ibu angkat yang mengatakan bahwa Steve Job akan dikuliahkan sehingga ibunya kemudian memberikan Steve Job untuk diadopsi.

 

Namun kemudian, menurut Steve Job, dia tidak tega melihat orang tua angkatnya menghabiskan uang tabungan mereka hanya untuk menyekolahkannya ke perguruan tinggi, hingga dia memutuskan untuk keluar atau Drop out.

 

Itulah Steve Job, yang tidak pernah menyerah dengan keadaan.

Kemudian dia mendatangi sebuah kampus yang mana semua tulisan penunjuk arah, atau bahkan hampir semua tulisan di kampus itu ditulis tangan dengan rapi dan cantik. Lalu Steve Job mengikut kursus Kaligrafi.

 

Dan disinilah Steve Job mulai menemukan hal yang kemudian merubah nasibnya. Belajar Typhographi ternyata menjadi sesutau yang sangat berguna dalam pengembangan komputer Macintosh yang pertama. Dan hasil karya itu yang kita lihat sekarang ini yang ada dalam Macintosh maupun Windows, Serif, San Serif dan jenis huruf lain yang kita lihat sekarang ini adalah hasil karya dari seorang Steve Job.

 

Steve Job memutuskan untuk mengikuti kelas Calygraphy. Di sana dia memperlajari jenis huruf Serif dan San Serif. Mempelajari jenis-jenis huruf yang bahkan belum tentu berguna secara praktis. Tapi ternyata 10 tahun kemudian, ketika merancang macintosh yang pertama, semuanya menjadi berguna. Huruf-huruf itu dimasukkan ke dalam Macintosh.

 

Jika saja Steve Job tidak pernah Drop Out, dia tidak akan pernah belajar Typography. Itu berarti kita tidak akan pernah melihat jenis-jenis huruf yang dimiliki oleh komputer yang ada saat ini.

 

***
Apa yang kita bisa simpulkan?

 

Jadi apa yang bisa kita pelajari dari kejadian yang dialami oleh Steve Job adalah bahwa kita harus percaya bahwa titik-titik itu akan menghubungkan masa depan kita.

Menurut Steve Job, kita tidak dapat menghubungkan titik-titik itu jika melihat ke depan. Kita hanya bisa menghubungkan titik-titik tersebut ketika kita melihat kebelakang (masa lalu).

 

Anda harus percaya bahwa nasib anda, takdir, hidup dan karma, atau apapun itu. Karena dengan mempercayainya, ternyata titik-titik itu akan terhubung, akan memberi anda keyakinan untuk mengikuti kata hati anda.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

5G Dan Kegunaannya Di Masa Depan

  Jika sekarang anda merasa puas dengan kemampuan ponsel pintar anda yang dapat mengambil foto, dapat melakukan pencarian,  atau berselancar di internet, atau bahkan memainkan musik untuk anda, maka sebentar lagi anda akan merasa bahwa ponsel pintar tersebut sudah tidak bisa lagi memenuhi ekspektasi anda.   Teknologi memang menjanjikan kehidupan yang lebih baik, termasuk perkembangan […]

3 Hal Yang Dapat Kita Pelajari Dari Seorang Steve Job (Bagian III)

  Ketiga: Kematian   Ketika berusia 17 tahun, Steve Job pernah membaca sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa jika anda hidup setiap hari seperti hari terakhir anda, suatu ketika itu akan benar-benar terjadi.   Tulisan itu membuatnya terkesan, dan, sejak itu, untuk waktu selama 33 tahun, setiap pagi, Steve Job selalu melihat dirinya di depan cermin […]