Cerita menarik selalu dimulai dari "jalan buntu".
(Oleh: Dabuan Bodil)

Tidak ada hal yang lebih menarik daripada menemukan "jalan buntu"!
 
Dan ...
 
Anda akan mengatakan saya gila dengan membuat pernyataan seperti itu.
 
***
 
Nyeleneh! Aneh!
 
Bagaimana mungkin menarik dihadapkan pada masalah. Bukankah "jalan buntu" identik dengan masalah? Karena kita harus menemukan jalan keluar?
 
Benar Sekali!

 
Dan disitulah sisi menariknya. Apa yang harus kita lakukan? Reaksi yang akan sangat beragam, bisa balik arah, meloncatinya jika adalah sebuah jurang, atau memanjatnya jika itu adalah sebuah tembok.
 
***
 
Dan dalam kehidupan nyata kita pasti pernah menemukan "jalan buntu" yang membuat kita kadang pasrah, menyerah, atau malah mengerahkan semua kemampuan kita untuk mengatasi "jalan buntu" (= masalah) yang kita jumpai tersebut.
 
Bukan hal yang mudah, tapi bersyukurlah anda yang pernah atau sering-sering menemukan "jalan buntu", karena pada kondisi itulah seluruh kemampuan anda akan keluar.
 
Dan banyak prestasi yang dicapai karena menemukan "jalan buntu".
 
***
 
Nadiem Makarim misalnya, dengan Gojeknya, yang kalau kini nilai perusahaannya sudah mencapai puluhan triliun rupiah.
 
Bermula dari sulitnya menembus kemacetan menggunakan mobil menuju kantornya, Nadiem Makarim menggunakan jasa ojek. Dalam menggunakan jasa ojek ini, Nadiem melihat bahwa ojek ini susah-susah gampang ditemukan. Saat dibutuhkan sangat sulit ditemukan, tetapi ketika tidak dibutuhkan justru banyak terlihat di pangkalan.
 

Lulusan Harvard Business School.
 
Kesulitannya menemukan ojek di pangkalan membuatnya memiliki ojek langganan. Namun dia juga menemukan bahwa tarif ojek pada saat itu masih relatif tinggi, dimana untuk satu kali perjalanan dia bisa mengeluarkan selembar uang 50 ribuan.
 
Berbekal pengalaman tersebut, mungkin, mungkin loh ya, dia berpikir mengapa tidak sekalian mengkoordinir para tukang ojek yang jumlahnya mungkin ribuan di kota jakarta. Mungkin pada awalnya hanya ingin mempermudah dirinya saja. Siapa sangka bahwa hal itu berujung kepada terciptanya sebuah aplikasi yang bernama Gojek, yang lagi-lagi adalah hal yang tidak terlalu sulit buat Nadiem Makarim karena latar belakang pendidikannya yang adalah lulusan Master of Business Administration dari Harvard Business School.
 
Dan pada akhirnya aplikasi itu berujung kepada bisnis yang selain memungut biaya aplikasi juga menarik perhatian investor dari luar negeri yang membuat Gojek tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat, bahkan ke luar negeri.
 
Jika vietnam sebagai lokasi investasinya mungkin itu adalah hal yang biasa karena vietnam adalah negara berkembang seperti halnya indonesia. Menjadi sangat luar biasa ketika Gojek menginjakkan kakinya di Singapura.
 
Semua itu bermula dari "jalan buntu", macetnya jakarta yang sulit ditempuh dengan menggunakan mobil, dan susahnya menemukan ojek sepeda motor, serta tarif ojek yang mahal pada waktu itu.

 
"Jalan buntu" memang selalu menarik. Dan tentu saja hanya berlaku bagi orang yang mau mencari jalan keluar.
 
Bagaimana dengan anda? Apakah "jalan buntu" yang anda temui, kira-kira akan berakhir dengan cerita yang mirip-mirip dengan terciptanya aplikasi Gojek?
 
Bukan hal yang mustahil!
 
Ayo, cari "jalan buntu" anda sendiri. Dan segera temukan sesuatu yang menarik!
 
Selamat mencoba! (Mencoba peruntungan anda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *