Jika Anda Ingin Menurunkan Berat Badan, Hindari Makanan Ini

 

Menurunkan berat badan tidak melulu hanya melakukan olah raga. Tetapi juga harus diikuti dengan pola makan dan jenis makanan yang harus dikonsumsi.

 

Niat menurunkan berat badan, eh tapi kok malah makin gemuk?

 

Berarti ada yang salah dengan pola makan anda.

 

Secara umum, ketika mencoba menurunkan berat badan, yang terbaik adalah mengurangi atau menghindari makanan yang padat kalori.

 

Misalnya, makanan rendah kalori yang kekurangan nutrisi seperti serat dan protein masih bisa membuat seseorang merasa lapar dan tidak puas, yang bisa membuatnya lebih sulit untuk menolak ngemil.

 

Agar usaha anda menurunkan berat badan tidak sia-sia, cobalah menghindari jenis makanan di bawah ini:

 

Es Krim

 

Es krim adalah makanan penutup tinggi gula, tinggi kalori yang menawarkan sangat sedikit protein dan tanpa serat. Juga mudah untuk melebihi ukuran porsi es krim yang disarankan, yang biasanya setengah cangkir.

 

Pertimbangkan buah beku sebagai alternatif makanan dingin dan manis. Atau, campur yogurt Yunani dengan buah segar dan bekukan campuran dalam cetakan es loli untuk makanan beku buatan sendiri.

 

Nasi Putih

 

Nasi putih sangat rendah lemak tetapi juga mengandung serat dan protein minimal.

 

Nasi putih juga memiliki indeks glikemik yang tinggi, yang berarti dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah seseorang setelah mereka memakannya.

 

Beras merah, quinoa, dan beras kol merupakan alternatif yang menyehatkan daripada nasi putih. Opsi-opsi ini lebih kaya serat makanan, yang dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama.

 

Minuman yang manis manis

 

Minuman bersoda, minuman olahraga, dan jus buah, mengandung gula yang sangat tinggi tetapi sering mengandung nutrisi lain. Mengkonsumsi minuman ini memang menambah kalori dalam diet tetapi tidak akan membuat seseorang merasa kenyang.

 

Makanan yang dipanggang

 

Makanan yang dipanggang, seperti kue kering, kue kering, dan banyak makanan penutup premade, seringkali mengandung gula tambahan yang sangat tinggi, termasuk fruktosa.

 

Banyak makanan panggang juga mengandung lemak trans. Hasil studi tahun 2016 pada tikus menunjukkan bahwa diet tinggi lemak trans dapat meningkatkan risiko obesitas.

 

Kentang Goreng

 

Makanan yang digoreng, termasuk kentang goreng, umumnya tinggi kalori, garam, dan lemak tidak sehat.

 

Banyak restoran memasak kentang goreng mereka dengan deep fryer untuk memberikan mereka tekstur yang renyah, tetapi metode memasak ini menambahkan banyak lemak dan kalori. Meskipun demikian, karena mereka kekurangan serat dan protein, kentang goreng tidak membantu seseorang merasa kenyang terlalu lama.

 

Hamburger

 

Hamburger dari restoran, terutama perusahaan makanan cepat saji, seringkali tinggi lemak dan kalori.

 

 

Daging sapi tanpa lemak dapat menjadi bagian dari diet sehat jika seseorang memasaknya di rumah tanpa tambahan lemak atau minyak. Burger buatan sendiri sesekali dapat menjadi sumber protein, zat besi, dan beberapa vitamin B yang baik.

 

 

Keripik dan Kue Kering

 

Kue kering dan keripik seringkali tinggi kalori dan mungkin juga mengandung lemak, garam, dan gula tambahan.

 

Kue kering dan keripik adalah jenis makanan olahan.

 

Pilihan kudapan yang lebih menyehatkan termasuk wortel mentah atau seledri dengan hummus atau sedikit kacang panggang tanpa tambahan garam atau gula.

 

Pasta Putih dan Roti

 

Pasta putih atau roti yang dibuat orang menggunakan tepung terigu olahan biasanya tinggi kalori dan karbohidrat tetapi rendah serat, protein, dan nutrisi lainnya.

 

Varietas pasta dan roti gandum tersedia. Ini biasanya mengandung lebih banyak serat dan nutrisi daripada varietas putih, yang dapat membuatnya lebih kenyang dan menyehatkan.

 

Label bahan harus mencantumkan tepung gandum sebagai jenis utama tepung. Beberapa contoh termasuk tepung gandum, tepung beras merah, dan tepung gandum hitam.

 

Bar energi dan Granola

 

Meskipun energi dan granola sering kaya akan serat dan protein, mereka terkadang mengandung gula sebanyak permen.

 

Manisan buah-buahan kering

 

Buah-buahan segar mengandung serat dan nutrisi yang bermanfaat dan umumnya rendah kalori. Buah-buahan kering, bagaimanapun, bisa lebih padat kalori.

 

Karena mengandung lebih sedikit air, buah-buahan kering adalah sumber fruktosa terkonsentrasi. Hasilnya, gram demi gram, buah kering mengandung lebih banyak kalori dan gula daripada buah segar.

 

Namun, buah-buahan kering masih mengandung serat dan nutrisi, menjadikannya pilihan camilan manis yang lebih baik daripada kue atau permen.

 

Orang yang mencoba menurunkan berat badan masih dapat menikmati buah-buahan kering dalam jumlah sedang, tetapi penting untuk memeriksa bahwa mereka tidak mengandung tambahan gula. Beberapa buah kering "manisan" atau "dimaniskan" mungkin mengandung gula sebanyak permen.

 

Yoghurt Manis

 

Banyak orang menganggap yogurt sebagai makanan sehat untuk menurunkan berat badan. Yoghurt Yunani, khususnya, mengandung protein, dan kultur bakteri dalam yogurt dapat membantu pencernaan. Namun, dengan begitu banyak jenis yogurt yang tersedia, penting untuk membaca label nutrisi.

 

Yang terbaik adalah menghindari yogurt yang manis atau gula. Yogurt bebas lemak sangat mungkin mengandung gula tambahan.

 

Daging Olahan

 

Contoh daging olahan termasuk bacon, dendeng, hot dog, salami, dan ham. Jenis daging ini seringkali tinggi garam dan rendah nutrisi. Mereka juga cenderung padat kalori dibandingkan dengan sumber protein tanpa lemak, seperti unggas, ikan, dan kacang-kacangan.

 

Daging olahan termasuk daging yang dimiliki oleh produsen:

 

kering
dibakar
difermentasi
kalengan
jika tidak diproses dan diawetkan

 

Alkohol

 

Minuman beralkohol padat kalori dan umumnya tinggi gula, tetapi mengandung sedikit atau tanpa protein dan serat.

 

Permen Batangan

 

Permen batangan umumnya tidak sehat karena mengandung kalori, gula, dan lemak yang tinggi.

 

*** 

 

Ketika kita mencoba untuk menurunkan berat badan melalui pola makan yang teratur dan pemilihan jenis makanan, kita perlu mempertimbangkan memilih makanan yang tepat dan menghindari makanan yang padat kalori, tetapi rendah serat, protein, dan nutrisi sehat lainnya.

 

Karena dengan mengkonsumsi makanan rendah kalori yang kekurangan nutrisi seperti serat dan protein tetap akan membuat kita merasa lapar, sehingga membuat kita sulit untuk menolak jenis makanan yang disebutkan di atas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *