Jika saja anda pernah menambahkan sesuatu yang tidak ada dalam perbendaharaan kata anda, niscaya anda tidak akan pernah menyesali kekurangan anda.

(Oleh: Dabuan Bodil)

T i d a k    a d a !
 

Kata yang begitu sering kita sebut. Namun kita kurang mengerti arti yang sesungguhnya.
 

'Tidak ada' memiliki beragam arti. Kata itu dapat memiliki pengertian 'tidak mempunyai', bisa juga mempunyai arti 'tidak di tempat', dan masih banyak arti lain yang bisa anda cari sendiri, tergantung jenis pertanyaan yang diajukan kepada anda.
 

Esensinya adalah bahwa 'tidak ada' merupakan cara mudah untuk menyangkal keberadaan sesuatu atau seseorang.
 

Dalam kehidupan nyata, sering kita tidak mempunyai sesuatu. Tidak memiliki barang itu dan barang ini. Tidak mempunyai sesuatu untuk dibanggakan. Dan itu lumrah.
 

Namun bagaimana jika kita tidak punya kelebihan atau dengan kata lain kita memiliki kekurangan. Terserah anda mengartikannya secara fisik atau psikis. Sangat susah untuk bisa menerima kenyataannya. Begitu bukan?
 

Satu hal jika kita mengerti arti sesungguhnya dari kata 'tidak ada' maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengerti akan keadaan yang kita alami, dan itu perlu proses. Butuh waktu untuk tumbuh dewasa dan mengerti akan hakikat kehidupan dimana di dalamnya selalu terdapat 2 hal yang selalu berlawanan. Ada yang kelebihan dan ada yang kekurangan. Ada yang kaya dan ada yang miskin. Ada yang pintar dan ada yang kurang pintar. Sama halnya akan keberadaan siang dan malam.
 

Jika itu menyangkut akan kepemilikan, dimana seseorang itu kelihatannya memiliki segala sesuatu, kita sering bergumam, oh dia tidak memiliki masalah, dia memiliki segalanya.
 

Dalam hal yang berlawanan jika seseorang itu kekurangan dalam hal keuangan, maka kita sering menganggap bahwa orang itu adalah orang yang paling sengsara dalam hidup ini. Apalagi kita sendiri yang berada dalam masalah keuangan atau sejenisnya.
 

Namun pernahkah anda menyadari bahwa siapapun itu, kaya atau miskin, selalu memiliki masalah, yang tentu saja berbeda satu sama lain, yang kalau dalam pengertian penulis bahwa siapapun itu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan akan dengan mudah kita banggakan. Tapi akankah mudah bagi kita untuk mengakui kekurangan kita?
 

Butuh proses, perlu pendewasaan diri, dibutuhkan pengalaman hidup untuk bisa mengerti hakikat kelebihan, kekurangan, keberuntungan dan ketidakberuntungan. Hanya waktu dan perjalanan hidup yang akan dapat memberikan pengertian bagi seseorang.
 

Jika anda pernah mencoba untuk mengisi gelas kosong, yang ternyata bagian bawahnya memiliki lubang, yang tidak anda sadari keberadaannya, dan anda terus mengisinya, mungkin anda akan kecewa melihat gelas tersebut tidak kunjung penuh, dan anda kemudian akan kesal ketika anda menyadari bahwa ada sebuah lubang pada gelas tersebut, yang pada akhirnya kesimpulannya adalah anda akan melemparkannya ke tempat sampah.
 

Pernahkah anda berpikir yang sangat sederhana, untuk menambal bagian bawah gelas tersebut sehingga bisa digunakan untuk menampung air?
 

Atau apakah anda adalah tipe orang yang akan membuang gelas tersebut dan menggantinya dengan membeli yang baru?
 

Apakah anda memiliki anak yang begitu bebalnya sehingga anda tidak mengakuinya sebagai anak?
 

Atau apakah anda memiliki seorang ibu renta yang tak berdaya, yang lusuh dan kusam, sehingga anda berkata tidak ketika orang lain bertanya apakah dia orang tua anda?
 

Atau mungkin memiliki suami atau istri yang memiliki sifat-sifat yang kurang bagus hingga membuat anda menceraikannya?
 

Banyak kekurangan di sekitar kita. Dan itu bisa terjadi pada diri kita. Bagaimana kita menyikapinya?
 

Jika anda pernah menambahkan 'sesuatu yang tidak ada' ke dalam kamus kehidupan anda, maka anda tidak akan pernah menyesali kekurangan anda.
 

Bersyukur dalam segala hal! (Dan semuanya akan baik-baik saja) Oke?!
 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *