Syukuri apapun yang anda punya.
Karena ada orang yang tetap bersyukur walaupun tidak punya apa-apa.

(Oleh: Dabuan Bodil)

Seberapa sering kita mengatakan, "saya tidak punya ini, saya tidak punya itu" ?

 

Hmm. Tidak begitu sering. Begitu gumam kita dalam hati.

 

Kita selalu berusaha menyangkal apapun yang bernada negatif dari diri kita. Walau sebenarnya yang kita lakukan adalah ketidakjujuran terhadap diri sendiri.

 

Baiklah, Lalu jika pertanyaan kemudian muncul, "Apakah anda bersyukur dengan apa yang anda miliki saat ini?"

 

"Saya bersyukur kok!", penegasan yang terkesan dipaksakan.

 

Jika demikian halnya, jawablah pertanyaan ini dalam hati anda saja, tidak perlu diungkapkan. Apakah anda bahagia dengan keadaan diri anda?

 

Jawaban anda lagi-lagi akan mengatakan, "Saya bahagia!"

 

Oke, baiklah. Lalu apakah anda menerima kekurangan anda? Tidak terlalu tinggi misalnya? (pertanyaan yang sebenarnya: apakah anda merasa terlalu pendek?)

 

Atau pertanyaan seperti ini; Apakah anda terlalu gendut? Mendengar kata gendut saja mungkin kita sudah merasa tersinggung.

 

Tahukah anda bahwa 2 pertanyaan di atas akan selalu meninggalkan penyesalan bagi kita. Terlalu pendek akan menghambat kita untuk bisa menjadi seorang polisi atau tentara. Dan terlalu gendut akan menjadi cemoohan dan bahan olok-olok di lingkungan kita.

 

Oh my God, dunia ini tidak adil! teriak kita dalam hati.

 

***

 

Jika anda pernah hidup atau jalan-jalan ke Jakarta, ibukota negara ini, anda akan melihat bahwa apapun ada di sana. Yang kelebihan. Yang kekurangan.

 

Yang berlebihan tidak perlu dibahas.

 

Tahukah anda bahwa di Jakarta ada orang yang tinggal di kolong jembatan! Apakah anda tinggal di dalam rumah? (Jika iya bersyukurlah)

 

Tahukah anda bahwa di Jakarta ada yang untuk bisa hidup harus mengais-ngais tempat sampah! Apakah anda makan nasi beserta lauknya? (Jika iya bersyukurlah)

 

Tahukah anda bahwa di Jakarta ada yang tidur dalam gerobak! Apakah anda tidur dirumah yang terlindung dari dinginnya malam dan kebisingan suara nyamuk ditelinga anda? (Jika iya bersyukurlah)

 

***

 

Dalam hidup ini kita tidak mungkin memiliki semua kelebihan yang ada. Setiap orang selalu memiliki kekurangan yang mungkin adalah kontrol agar kita tetap membumi. Jika kita memiliki segalanya mungkin kita akan hidup di awang-awang.

 

***

 

Ada peristiwa yang mungkin bisa menjadi referensi bagi kita semua.

 

Suatu ketika seseorang datang kepada seorang Pastor mencoba bertanya mengapa saya memiliki kekurangan tidak punya kemampuan untuk memimpin orang lain. Seandainya saya bisa dan memiliki kelebihan itu saya pasti tidak seperti sekarang ini, hidup serba kekurangan. Ketidakmampuan memimpin membuat saya tidak bisa tampil maksimal dari potensi yang saya miliki.

 

Pertanyaan ini sebenarnya sudah muncul ketika orang tersebut berada di bangku kuliah. Dia tidak pernah bertanya kepada orang lain mengapa dia tidak bisa seperti orang lain yang punya talenta untuk memimpin. yang dia lakukan adalah mencoba mencari jawaban dari berbagai buku. Dan pertanyaan tersebut tidak pernah terjawab.

 

Hal yang tetap menjadi pertanyaan baginya di usia yang hampir 50 tahun. Waktu yang cukup lama untuk mengetahui sebuah jawaban.

 

Berbagai buku telah dilahapnya hanya untuk mengetahui mengapa. Dan selama itu pula dia tidak bisa menerima keadaan mengapa dia "tidak punya" kemampuan untuk memimpin. Dia tidak pernah puas dan terus mencari jawaban. Dia menyesali keadaannya. Dan dia terus belajar untuk bisa berubah, namun tetap tidak bisa.

 

Sampai sebuah pernyataan menghentikan langkahnya untuk bertanya kembali mengapa dia memiliki kekurangan itu.

 

"Itu bawaan lahir" Ya ampun seandainya dari dulu dia mengetahuinya pasti dia tidak akan pernah mencoba untuk menjadi orang lain. Dia pasti berusaha untuk menjadi dirinya sendiri. Berusaha untuk bisa menerima apapun dirinya.

 

Dan Pastor itu telah menghentikan langkahnya untuk berhenti bertanya mengapa dia memiliki kekurangan itu.

 

Pada akhirnya dia menerima siapa dirinya. Menerima kenyataan bahwa dia tidak akan bisa menjadi seorang pemimpin.

 

Apakah kita masih mencoba mencari tahu kekurangan kita, jika kita sudah tahu bahwa jawabannya adalah bawaan lahir?

 

Mari, Ayo kita menerima apapun adanya kita.

 

Bagikan ke teman? Pilih di bawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *